Aturan Naik Pesawat Dari Dan Menuju BALI Terbaru

Aturan PPKM level 1-4 Masih berlaku hingga tanggal 18 oktober 2021. Hal ini mebuat untuk persyaratan terbang baik ke bali maupun keluar dari bali masih cukup ketat dan rumit. Berikut adalah beberapa persyaratn untuk terbang dari bali maupun keluar bali sampai dengan 18oktober 2021 :

  • Untuk traveller yang menuju bali ataupun keluar bali wajib melampirkan kartu/sertifikat Vaksin COVID-19 Minimal dosis vaksin 1.
  • Untuk yang dosis vaksinnya baru vaksin 1 wajib melampirkan hasil PCR dengan sampel yang di ambil maksimal 2 x 24 Jam. Sedangkan yang dosis vaksinnya sudah lengkap sampai dengan dosis kedua, cukup melampirkan hasil negatif antigen maksimal 1×24 jam.
  • sampai dengan 18 oktober ini, Untuk anak dengan umur di bawah 12 tahun tidak di perbolehkan untuk melakukan penerbangan Kecuali ada urgensi untuk keluar daerah dengan beberapa surat keterangan.

Agar perjalanan lancar dan terhindar dari gagal terbang karena tidak memenuhi syarat. sebaiknya sebelum memutuskan untuk bepergian bisa di lihat kembali persyaratan penerbangan terbaru di berbagai situs penyedia/penjual tiket pesawat online seperti Traveloka . Dan setelah itu pastikan untuk memenuhi semua persyaratan di setiap kota tujuan maupun kota asal penerbangan. Dan jangan lupa untuk yang berkunjung dan berlibur di bali bisa memantau www.madeventure.com untuk mendapatkan informasi update tentang bali maupun untuk memenuhi semua kebutuhan akomodasi selama di bali khususnya transportasi.

Bali Siapkan Aturan untuk Cegah Turis Lecehkan Tempat Suci

 Maraknya kasus pelecehan oleh turis di tempat-tempat suci Bali bikin Gubernur Bali Wayan Koster kini menyusun peraturan daerah yang mengatur tentang pariwisata.

“Ya kita mengarah ke sana. Target di eksekutif Desember ini selesai, tentang kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali sekarang hampir selesai draft awalnya, tinggal diskusi lagi,” kata Koster kepada wartawan di Denpasar, Bali, Selasa (16/10/2019).

Dari catatan detikcom, kasus pelecehan oleh turis di tempat suci di Bali sudah beberapa kali terjadi. Agustus lalu, misalnya, ada dua turis asal Ceko yang dinilai melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud, karena menggunakan tirta suci untuk ‘cebok’. Pasangan itu akhirnya minta maaf dan melakukan upacara guru piduka.

Belakangan viral pula foto turis mancanegara menduduki pelinggih (tempat suci). Belum diketahui lokasi dan waktu pengambilan foto tersebut. Tak cuma itu, belakangan banyak juga kriminal dari mancanegara yang ditangkap di Bali. Mereka masuk ke Bali dengan visa turis.

Celakanya, kasus-kasus turis yang melecehkan tempat suci di Bali sudah seringkali terjadi. Sebenarnya, beberapa pengelola tempat suci seperti pura dan pemda setempat sudah membuat aturan. Hanya saja, sulit terkontrol turis-turis yang berulah itu.

Sejak pertengahan tahun 2019 ini, Wayan Koster juga sudah menegaskan aturan atau semacam perda (peraturan daerah) yang mengatur etika turis saat berwisata di Bali. Demi mencegah hal-hal buruk lainnya terjadi lagi.

“Tentu harus memberikan arahan, baik yang ada di Bali maupun pariwisata itu sendiri, agar menghormati budaya Bali, etika, dan estetika ketika berwisata ke Bali,” kata Koster seusai apel HUT Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Rabu (14/8/2019) lalu.