REVIEW MONUMEN PERJUANGAN TAMAN MUMBUL YANG DULUNYA JADI PRIMADONA FOTO PREWEDDING

halo gaes, kali ini saya mau me review salah satu monumen yang sebenernya cukup jarang di kunjungi sama wisatawan nusantara. Karena sebagian besar menganggap untuk masuk monumen ini biayanya cukup mahal. karena yang terlihat biasanya wisman dari negri china yang sedang membuat foto prewedding disni. Padahal pada saat kondisi normal, untuk sekedar masuk ke monumen ini cukup membayar retribusi 10 ribu rupiah saja per orang sudah termasuk parkir. Sedangkan kalau mau membuat foto prewedding disini memang biayanya cukup mahal yaitu sekitar 500 ribuan. Tapi hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan monumen bajra sandi di denpasar. Hal ini dikarenakan disamping monumen ini tidak terlalu ramai, monumen ini juga tidak terlalu tinggi dan besar sehingga cukup gampang untuk mengambil gambar sesuai dengan angel yang diingitkan,

INI MONUMEN LOKASINYA DIMANA BLI?

Lokasi dari monumen ini berada di wilayah nusa dua, jadi buat yang punya rencana berkunjung ke nusa dua bisa banget sekalian untuk berkunjung kesini sekedar berfoto saja atau duduk menikmati suasana taman disana. lokasi tepatnya berada di sebelah krematorium dan kuburan kristen taman mumbul. Jadi kalau mau cari lokasinya via google maps tinggal ketik “monumen perjuangan taman mumbul” tinggal ikuti saja, gak mungkin diajak sesat, karena lokasinya berada di jalan raya utama.



KENAPA SIH HARUS MAIN KESINI?

  1. Lokasinya strategis, jadi nyarinya gampang gak ribet
  2. Berdekatan dengan tempat wisata lainnya. Kebetulan satu arah dengan area ITDC nusa dua. Jadi pulang dari ITDC bisa sekalian nih berkunjung kesini
  3. Monumennya cantik, meskipun mirip dengan monumen bajera sandi di denpasar hanya dengan ukutran yang lebih kecil saja
  4. Biayanya cukup murah, hanya 10 ribu saja per orang untuk retribusinya (dimasa normal)
  5. Sebelahan dengan makam dan krematorium, jadi bisa sekalian untuk merenung dan refleksi diri heheee…

KALAU DI MASA PANDEMI SEPERTI INI GIMANA BLI?

Dimasa pandemi seperti sekarang ini, sayangnya monumen ini menjadi tidak terurus. Hal ini di karenakan pemerintah sudah tidak bisa menggaji para pengurus monumen yang mana sebelumnya pendapatan dari monumen ini cukup besar dari kunjungan wisman dan retribusi pembuatan foto prewedding yang cukup besar. Banyak fasilitas yang terbengkalai begitu saja saat ini seperti kamar ganti dan ruang loket pembayaran. Bahkan monumennya sendiri sudah mulai banyak di tumbuhi semak belukar. Mungkin untuk lebih lengkapnya bisa di cek dalam video review yang saya buat

Begitulah kondisi monumen perjuangan taman mumbul saat ini, Sebagai monumen yang mengingatkan kita atas perjuangan nenek moyang dalam membebaskan tanah bali dari para penjajah masih berdiri tegak dan kokoh. Sayangnya pandemi yang membuat monumen ini kehilangan pengunjungnya yang membuat juga monumen ini menjadi tak terurus. Sebagai monumen perjuangan, harusnya pemerintah dan masyarakat sebisa mungkin untuk tetap menjaga monumen ini agar tetap bersih dan nyaman. Yang paling saya takutkan adalah ketika nanti ada orang yang tidak bertanggung jawab masuk ke monumen ini dan membuat tulisan tulisan vandalisme yang gak penting.

Kondisi Canggu Saat PPKM Jawa Bali

Meskipun sebentar lagi PPKM darurat Jawa Bali akan berakhir, tepatnya pada tanggal 20 juli besok. Tapi desas desus akan di perpanjangnya PPKM ini sangat santer di beritakan, Hal ini di karenakan masih tingginya angka harian covid 19 berdasarkan situs rersmi pemerintah. Atas dasar itulah perkiraan perpanjangan PPKM darurat Jawa Bali akan di lakukan. Bahkan menurut situs berita ternama detik.com Pengumuman perpanjangan akan di lakukan sore ini, tepatnya tanggal 19 juli 2021.

Dalam kondisi tersebut, Bali yang merupakan daerah pariwisata tentunya akan sangat berdampak. Hal ini sudah terbukti dengan jauh menurunnya kunjungan wisnus (wisatawan nusantara) di bandingkan bulan lalu. Dimana bulan lalu juga pemerintah mengeluarkan program WFB (work from Bali) dimana ASN ataupun pekerja yang menjalankan WFH (Work From Home) di sarankan untuk bekerja dari Bali saja, sehingga hal tersebut bisa mendongkrak perekonomian bali. Kebijakan tersebut cukup membuat armada madeventure saat itu cukup tipis.

Meskipun dalam keadaan PPKM, canggu yang merupakan sentral para expatriat tinggal sepertinya tidak berpengaruh banyak . Terlihat di canggu masih cukup ramai, hanya saja beberapa tempat wisata seperti pantai memang sedang tutup. Tapi tidak dengan restaurant dan villa yang ada di sana. Villa dan restaurant masih banyak yang buka, bahkan beberapa restaurant ada yang dine ini, padahal aturan saat ppkm adalah tidak boleh makan di restaurant mesti take away. Untuk lebih lengkapnya bagaimana keadaan di canggu dan seminyak bisa di cek dalam video ini.

dan kemudian bisa di bandingkan dengan video kondisi PPKM di area Kuta dan legian seperti video ini:

Perbedaan yang jauh mencolok tersebut di karenakan oleh target market wisatawan antara canggu dan kuta sangat berbeda. jika canggu merupakan tempat para expat yang biasanya mereka enggan pulang ke negaranya sendiri atau yang memang sudah tinggal di bali. Tidak dengan kuta, kuta merupakan tempat murni para wisatawan, sangat jarang expatriat yang tinggal menetap disini.